Laboratorium Terpadu UNISMA Ungkap Potensi Bioprospeksi Tumbuhan di Kawasan Konservasi

Malang, 19 Juni 2024 – Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menjadi pusat kegiatan penelitian ilmiah. Pada tanggal tersebut, Muhammad Indra Saputra Asnawi, S.Hut., bersama timnya, memulai serangkaian pengujian laboratorium sebagai bagian dari program intervensi manajemen Tanaman dan Satwa Liar (TSL). Penelitian ini berfokus pada pengelolaan kawasan konservasi berbasis data ilmiah, dengan tujuan utama mengidentifikasi potensi bioprospeksi tumbuhan dari kawasan konservasi.

Potensi bioprospeksi ini mencakup identifikasi senyawa bioaktif yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah di bidang farmasi, pangan, hingga kosmetik. Selain itu, penelitian ini bertujuan memberikan rekomendasi pengelolaan kawasan konservasi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi. Sebanyak sembilan sampel tumbuhan diuji dalam penelitian ini dengan berbagai parameter, seperti alkaloid, tannin, flavonoid, antioksidan, saponin, steroid, kurkumin, fenolik, dan antibakteri. Uji tersebut bertujuan mendeteksi senyawa bioaktif, seperti alkaloid untuk antikanker, flavonoid untuk antioksidan, serta antibakteri untuk efektivitas dalam menghambat bakteri patogen.

Selama empat bulan, penelitian ini mendapat dukungan penuh dari fasilitas Laboratorium Terpadu UNISMA. Dalam pelaksanaannya, Muhammad Indra Saputra Asnawi dibantu oleh rekannya, Ariski Vevi, S.Si., M.Si., serta tim laboran yang terdiri dari Rahmawati Fahmiy, S.Si., M.Biomed., Edi Santoso, S.Si., dan Rike Ardhianissa, S.T. Seluruh proses pengujian dijalankan sesuai prosedur laboratorium standar, memastikan validitas hasil penelitian.

Hasil awal menunjukkan temuan signifikan, di antaranya keberadaan senyawa bioaktif yang berpotensi besar di bidang farmasi dan komersial. Uji alkaloid mengindikasikan adanya senyawa antimikroba dan antikanker, sementara flavonoid dan fenolik menunjukkan kapasitas antioksidan yang tinggi. Beberapa sampel juga terbukti memiliki efektivitas antibakteri yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai antibiotik alami.

Penelitian ini tidak hanya mengungkap potensi bioprospeksi kawasan konservasi tetapi juga memperkokoh posisi Laboratorium Terpadu UNISMA sebagai pusat riset unggulan. Dengan hasil yang menjanjikan, penelitian ini diharapkan mendorong inovasi berkelanjutan dalam konservasi dan pengelolaan sumber daya alam berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan.

Scroll to Top