
Sabtu, 11 Januari 2025 pukul 14.00 WIB Universitas Islam Malang kedatangan tamu dari Lembaga Pecinta Islam dan Sains Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Para tamu tersebut berjumlah 60 orang yang terdiri dari 50 mahasiswa Fakultas Kedokteran dan 10 orang pendamping. Mereka mempunyai agenda yaitu studi banding LPIS FK UNISMA Bersama CMIA FK UII untuk melakukan visiting laboratorium yang dilaksanakan di Laboratorium Terpadu UNISMA. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh Lembaga Pecinta Islam dan Sains, dan untuk tahun ini bertepatan di Univeritas Islam Malang.
Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Edi Santoso, S,Si selaku laboran yang bertugas, memaparkan berbagai jenis penelitian yang telah berlangsung di Laboratorium Terpadu UNISMA, “Kami berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya riset dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat” ujar Edi.
Para mahasiswa disambut oleh laboran- laboran untuk mengelilingi ruangan- ruangan yang ada. Mereka memperkenalkan alat- alat yang tersedia di laboratorium terpadu. Dimulai dari di lantai 1 terdapat ruang biokimia, ruang mikrobiologi, dan ruang autoklaf selanjutnya di lantai 3 ada ruang- ruang untuk kegiatan praktikum mahasiswa UNISMA. Para mahasiswa melihat berbagai peralatan canggih yang digunakan dalam proses riset para peneliti maupun kegiatan praktikum. Selain itu, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para laboran mengenai penelitian yang telah dilakukan di laboratorium terpadu.
Salah satu mahasiswa, Rina, mengungkapkan kegembiraannya setelah mengikuti acara ini. “Saya sangat senang bisa melihat langsung alat- alat laboratorium yang digunakan untuk melakukan penelitian. Saya merasa lebih terinspirasi untuk melakukan riset khususnya di bidang kedokteran ini,” katanya.
Kunjungan ini diharapkan dapat mendorong para mahasiswa untuk lebih tertarik dan terlibat dalam kegiatan penelitian, serta meningkatkan kualitas pendidikan di bidang sains dan teknologi. Kunjungan ini bukan hanya untuk memperdalam pengetahuan ilmiah mereka, tetapi juga untuk menghayati pentingnya ilmu pengetahuan dalam perspektif Islam, yang menekankan bahwa pencarian ilmu adalah suatu bentuk ibadah.
Dalam Islam, pencarian ilmu merupakan kewajiban yang sangat dihargai. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Alaq ayat 1-5 yang mengajarkan umat Islam untuk membaca dan belajar tentang ciptaan-Nya. “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan” adalah seruan pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, kegiatan studi banding “visiting laboratorium” yang dilakukan oleh mahasiswa FK UII di laboratorium ini sangat selaras dengan ajaran Islam, yang mendorong umatnya untuk mengembangkan pengetahuan demi kebaikan umat manusia.
Kepala Laboratorium Terpadu Prof. Dr. Nour Athiroh Abdoes Sjakoer, S.Sc., M.Kes., berpesan bahwa riset dan penelitian ilmiah bukan hanya untuk kemajuan teknologi, tetapi juga untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi umat manusia, sesuai dengan tujuan utama Islam untuk membawa kemaslahatan. “Ilmu pengetahuan yang kita pelajari dan kembangkan di sini, hendaknya tidak hanya menjadi sumber prestasi pribadi, tetapi juga untuk memuliakan kehidupan umat manusia secara keseluruhan,” ujar Prof. Nour Athiroh.
Untuk mengenal lebih lanjut atau melakukan kegiatan praktikum dan pengambilan data, Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang melayani permintaan kegiatan kunjungan atau praktikum dari sekolah- sekolah menengah atas maupun mahasiswa luar dengan mengajukan surat permohonan kepada Universitas Islam Malang.

