
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), yaitu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa di perguruan tinggi. PKM merupakan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan di Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (KEMRISTEKDIKTI). Univeristas Islam Malang (UNISMA) telah mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa tahun 2024, sebanyak 14 proposal yang lolos hingga tahap pendanaan.
Program studi teknik mesin dengan dosen pembimbing Akhmad Faruq Alhakimi, S. T, M. Sc berhasil mengirim sebanyak dua proposal hingga lolos tahap pendanaan. Laboratorium Terpadu UNISMA mendukung penuh kegiatan penelitian mahasiswa baik lingkungan UNISMA maupun di luar UNISMA. Hal ini sesuai dengan misi Laboratorium Terpadu, yaitu menerapkan Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu PKM yang melakukan penelitian di laboratorium terpadu UNISMA adalah PKM-RE dari prodi teknik mesin dengan judul “Sustainable Biogasoline Diproduksi Dari Limbah Sekam Padi Sebagai Bahan Bakar Alternatif Dalam Mendukung Transportasi Berklanjutan Berbasis Carbon Neutrality”. PKM ini diketuai oleh Mochammad Ilham Alafi Habibi dengan anggotanya yaitu Reno Aldiansyah, Nanda Ahmad Wijaya, Erik Cantona, dan Naili Zulfatul Jannah. PKM ini membahas tentang alternatif pengganti bahan bakar fosil yaitu dengan cara memproduksi biofuel dari biomassa sekam padi yang terbukti dapat menurunkan emisi gas buang secara signifikan. Metode pembuatan biofuel dari biomassa sekam padi dengan proses pirolisis menggunakan variasi suhu yaitu 250OC, 300OC, dan 350OC selama 60 dan 90 menit dan diproses destilasi pada suhu 30-180O. Hasil yang diperoleh yaitu berupa produk bio-oil, persentase liquid bio-oil tertinggi dari biomassa sekam padi terdapat pada suhu 300O dengan waktu 90menit. Hasil uji GC-MS pada sampel bio-oil dari biomassa sekam padi mempunyai carbon yang masuk pada range carbon gasoline dan mempunyai kandungan phenolic sebebsar 76,69% dan aromatics hydrocarbon sebesar 20,31%, serta dapat meningkatkan angka RON sebesar 5,34% sehingga sangat berpotensi menjadi alternstif pengganti bahan bakar fosil.
